Bogor,WN - Sekolah Dasar Negeri ( SDN ) Kadung Mangu 3 Desa Kadung Mangu Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor , tercoreng namanya karena ulah yang sangat berlebihan dari seorang Kepala Sekolahnya yang telah larikan dana Koperasi hingga kini belum kelihatan menampakkan diri di Kantor SDN Kadung Mangu tersebut. Sehingga beberapa guru yang tergabung di Koperasi tersebut menanyakan dana koperasi raib dan kemana larinya. Sementara ada dugaan Kepala Sekolah yang juga sebagai ketua pengurus Koperasi hingga kini belum tahu keberadaannya, memastikan dana koperasi tersebut dugunakan untuk usaha lain yang anggotanya tidak tahu. Sehingga keuntungan dari usaha yang seharusnya hak anggota kini diabaikan.
Menurut
beberapa guru SDN Kadung Mangu 3 yang
ditemui Warta Nusantara (WN) Kamis (25/09) beberapa hari yang lalu menjelaskan, Keuntungan
koperasi yang seharusnya untuk tunjangan pada hari Raya Idhul fitri yang lalu
tidak ada sama sekali, sedangkan sebelumnya dana itu ada, sebagai ungkapan
bahwa anggota berhak menerima keuntungan dari perputaran modal yang digunakan
untuk usaha Koperasi. Maka pada saat tutup tahun ada Rapat anggota Tahunan (RAT) , dan tiap lebaran maupun tutup buku anggota mendapat hasil keuntungan
dari usaha, yaitu mendapat tunjangan hari raya (THR). Namun untuk Hari Raya
Idhul Fitri 2 bulan yang lalu , tidak
ada sama sekali” jelasnya.
“Sehingga untuk menanyakan hasil keuntungan kepada ketua koperasi dan sekaligus
kepala sekolah dan sebagai pimpinan kami
, selalu mengelak apabila kami tanyakan untuk hal ini. Maka koperasi kalau bisa
dibubarkan saja, mengingat itu uang angggota semuanya dipotong gaji kami untuk
iuran koperasi tiap bulannya” terangnya.
Sampai
berita ini diturunkan Kepala sekolah SDN Kadungmangu 3 tidak berada ditempat,
karena beberapa kali WN
mendatangi kantor SDN Kadungmangu 3 Kepala Sekolahnya tidak ada, untuk itulah kami tanyakan kepada
para guru untuk konfirmasi dan menayakan keberadaan Kepala Sekolah yang
diketahui bernama Ny. Ayu Lestari.
Ada
dugaan dana koperasi ada kemungkinan habis atau digunakan usaha diluar
sepengatahuan para anggota, karena menurut beberapa anggota yang terdiri para
guru dana tersebut sampai miliaran rupiah, dan selama itu pula anggota selalu
menanyakan soal dana tersebut kepala koperasi selalu mengelak. ( Wanto/Rozi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar